Lompat ke konten
Beranda » Memahami User Intent dalam Pencarian Online dan SEO

Memahami User Intent dalam Pencarian Online dan SEO

  • oleh
User intent.

User intent, yang juga dikenal sebagai query intent atau search intent, merupakan identifikasi dan kategorisasi apa yang ingin atau diinginkan oleh pengguna saat mereka mengetikkan istilah pencarian mereka ke dalam mesin pencari web online untuk tujuan optimisasi mesin pencari atau optimisasi tingkat konversi.

Contoh dari user intent adalah memeriksa fakta, membandingkan harga, atau mengakses situs web lain.

Untuk meningkatkan peringkat di mesin pencari, pemasar perlu membuat konten yang paling memuaskan pertanyaan yang dimasukkan oleh pengguna di ponsel pintar atau komputer mereka. Membuat konten dengan mempertimbangkan user intent membantu meningkatkan nilai informasi yang ditampilkan.

Penelitian kata kunci dapat membantu menentukan user intent. Istilah pencarian yang dimasukkan pengguna ke mesin pencari web untuk menemukan konten, layanan, atau produk adalah kata-kata yang harus digunakan pada halaman web untuk mengoptimalkan user intent.

Baca juga: SEO Judi Shopify, Kenapa Semakin Marak?

Jenis-Jenis User Intent

Meskipun ada berbagai cara untuk mengklasifikasikan kategori user intent, secara keseluruhan, mereka cenderung mengikuti kelompok yang sama. Sebelumnya, ada tiga kategori umum: informatif, transaksional, dan navigasional.

Namun, setelah munculnya pencarian mobile, kategori lain muncul atau telah tersegmentasi menjadi kategorisasi yang lebih spesifik. Contohnya adalah intent lokal, seperti pencarian “XY dekat saya”, dan intent komersial, ketika seseorang mencari produk atau layanan untuk mengetahui lebih lanjut atau membandingkan alternatif sebelum melakukan pembelian.

User intent sering disalahartikan, dan berpikir bahwa hanya ada beberapa jenis user intent tidak memberikan gambaran lengkap tentang perilaku pengguna.

Ini juga merupakan istilah untuk menggambarkan jenis kegiatan, bisnis, atau layanan yang dicari pengguna (bukan hanya perilaku pengguna setelah pencarian).

Sebagai contoh, ketika seseorang menulis ‘permainan bahasa Spanyol’ di mesin pencari (pengaturan browser Anda dalam bahasa Inggris), hasilnya adalah metode pembelajaran bahasa Spanyol, bukan permainan asli berbasis bahasa Spanyol.

Dalam contoh ini, user intent adalah untuk belajar bahasa Spanyol, bukan untuk bermain permainan khas. Intent ini tercermin oleh Google dan mesin pencari lainnya, dan mereka berusaha menampilkan hasil SERP mereka berdasarkan minat pengguna.

Baca juga: Pentingnya Riset Kata Kunci: Tujuan dan Strategi SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *